Sendiri Itu Indah, Tapi Lebih Berkah Melangkah Bersama Menuju Jannah

DOA DALAM PENANTIAN (berdiri sendiri itu latif, akan tetapi akan lebih berkah bila kita bersama melangkah meraih Jannah). Dalam penantian panjang cobalah terus memperbaiki pun memperbarui iman. Jangan lengah pun lelah karena butir anggun akan terasa setelah sekian usang kau menanti menggunakan segala keyakinan dan iman dihati

Sendiri itu Indah
Mungkin ada satu titik dimana kau telah tak tabah dengan seluruh skenario Allah. Saat itu cobalah berlari ambil air wudhu agar keyakinan tertancap balik . Jangan pernah merasa sendiri meski karena sesungguhnya banyak orang yg sama denganmu dalam penantian menunju bahagia. Karena Allah selalu bersama berpretensi baik hamba-Nya.

    Doa dalam penantian, meski beridiri sendiri itu latif akan tetapi akan lebih berkah bila kita melangkah bersama jenis meraih jannah.

Kita tak pernah tau hal apakah yg akan menemuimu duluan. Entah sebuah kebahagiaan atau hanya sekedar angan. Tapi menggunakan terus menanti sambil memperbaiki bersama Allah, saya yakin doa-doa baik yang tersembunyi akan lekas terbalas & menghampiri. Wahai hati bersabarlah dalam kedukaan, karena kelak kau akan dipersatukan menggunakan beliau yg selalu berusaha taat meski poly cobaan yg tiba dengan hebat.
Sendiri Itu Indah, Tapi Kenapa Kamu Menawarkan Cinta Kembali Ketika Aku Sudah Mulai Hijrah.

ANTARA KAU DAN HIJRAHKU (Mengapa kau wajib  memberikan cinta kembali? Saat hati mulai perlahan tertata rapi buat Illahi). Sepinya malam menyerang lamunanku. Hadirnya bulan menyempurnakan luka batinku. Luka yang teramat perih, mendalam sampai mulai membeku. Akan sosok jantan sipenyakit Qalbu.

Tetapi, yang tersakiti terluka & tergores perlahan membaik. Sebaik prasangkaku dalam Illahi. Rasa yg dulu utuh untuknya, mulai pudar akan tipu daya lelaki bermulut cantik bak madu.

Dulu, saya menangis, terluka, membara, patah, sepatah-patahnya karna cinta sesat yg kita buat. Hatiku musnah misalnya kaca. Air mataku keluar tidak kuasa. Dilema & sepi yang selalu kubara hingga berlimpah air mata. Kau pergi seenaknya, kemudian tiba pulang secara tiba-tiba menawarkan cinta

    Kau itu siapa? Jalangkung? Atau pecundang? Pergilah datangmu tidak diperlukan lagi. 

Apabila kau memberikan maksiat maaf saya tak sanggup. Karena kuingin menggunakan serius buat taat. Tapi, itu kisahku dulu masa kelam yang tergambar pilu. Masa sunyi yg meranakan hati. Saat ini, kuberhasil menata hati. Membuat cerita bahagia atas luka yang pernah ada.

Pergilah, menjauh sejauh mata memandang sampai hilang. Jangan kau buat goyah imanku kembali. Semogaku kau temukan cinta sejati yg berpaut juga dalam Illahi. Jangan kau nodai cinta kudus beralas sajadah doa dalam Allah. Hatiku berpaut pada-Nya

Bukan pada mahluk-Nya lagi. Maap ini hati, Bukan jemuran yang mampu kau gantungkan. Dari aku  yg mengiklaskanmu sejak dulu 🙂

Artikel ini adalah status menurut @tiaasmaranii dan hanya pada edit sebagian kecil oleh admin. Punya curhatan hati yang ingin di share, hubungi admin yaa!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel