Benarkah Wanita Tidak Mendapat Pahala Sholat Berjamaah Ketika ke Masjid?

Pertanyaan:
Jika perempuan   paling utama shalat di rumah, apakah bila dia shalat pada masjid, dia menerima keutamaan jamaah di masjid?


Jawaban:
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, menurut Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
صَلاَةُ الْمَرْأَةِ فِى بَيْتِهَا أَفْضَلُ مِنْ صَلاَتِهَا فِى حُجْرَتِهَا وَصَلاَتُهَا فِى مَخْدَعِهَا أَفْضَلُ مِنْ صَلاَتِهَا فِى بَيْتِهَا

“Shalat seseorang wanita pada kamar khusus untuknya lebih afdhal daripada shalatnya di ruang tengah rumahnya. Shalat perempuan   pada kamar kecilnya (tempat simpanan barang berharganya, pen.) lebih utama menurut shalatnya pada kamarnya.” (HR. Abu Daud 570 dan dishahihkan al-Albani).

Juga dinyatakan pada riwayat lain berdasarkan Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خَيْرُ مَسَاجِدِ النِّسَاءِ قَعْرُ بُيُوتِهِنَّ

“Sebaik-baik masjid bagi para perempuan   adalah pada bagian dalam rumah mereka.” (HR. Ibnu Khuzaimah 1683 & dihasankan Syu’aib Al-Arnauth).

Kemudian jua disebutkan pada hadis menurut Ummu Humaid Radhiyallahu ‘anha, bahwa dia pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu mengungkapkan, “Wahai Rasulullah, saya sangat ingin sekali shalat berjamaah bersama anda.”

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

قَدْ عَلِمْتُ أَنَّكِ تُحِبِّينَ الصَّلاَةَ مَعِى وَصَلاَتُكِ فِى بَيْتِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلاَتِكِ فِى حُجْرَتِكِ وَصَلاَتُكِ فِى حُجْرَتِكِ خَيْرٌ مِنْ صَلاَتِكِ فِى دَارِكِ وَصَلاَتُكِ فِى دَارِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلاَتِكِ فِى مَسْجِدِ قَوْمِكِ وَصَلاَتُكِ فِى مَسْجِدِ قَوْمِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلاَتِكِ فِى مَسْجِدِى

“Aku telah mengetahui hal itu bahwa kamu sangat ingin shalat berjamaah bersamaku. Tetapi shalatmu di pada kamar spesifik untukmu (bait) lebih utama dari shalat pada ruang tengah rumahmu (hujrah). Shalatmu pada ruang tengah rumahmu lebih primer berdasarkan shalatmu pada ruang terdepan rumahmu. Shalatmu pada ruang luar rumahmu lebih utama dari shalat di masjid kaummu. Shalat di masjid kaummu lebih utama menurut shalat di masjidku ini (Masjid Nabawi).” (HR. Ahmad 27090 dan dihasankan Syu’aib Al-Arnauth)

Disebutkan pada Ensiklopedi Fiqh,

اتفق الفقهاء على أن صلاة الرجل في المسجد جماعة أفضل من صلاته منفرداً في البيت ، لحديث أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ( صلاة الجماعة أفضل من صلاة أحدكم وحده بخمس وعشرين درجة ) وفي رواية : ( بسبع وعشرين درجة ) – متفق عليه -.

أما في حق النساء فإن صلاتهن في البيت أفضل ؛ لحديث أم سلمة مرفوعاً : ( خير مساجد النساء قعر بيوتهن ) – رواه أحمد في ” المسند ” (6/297) وحسنه محققو المسند

Para ulama putusan bulat bahwa shalat wajib  bagi lelaki pada masjid secara berjamaah lebih afdhal dibandingkan ketika beliau kerjakan di tempat tinggal   sendirian. Berdasarkan hadis berdasarkan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

‘Shalat jamaah lebih afdhal 25 kali dibandingkan shalat sendirian’

Dalam riwayat lain, lebih afdhal 27 kali. (Muttafaq ‘alaih)

Sementara untuk wanita, lebih afdhal mengerjakan shalat wajib  di rumah, menurut hadis menurut Ummu Salamah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Sebaik-baik masjid bagi para wanita adalah di bagian pada rumah mereka.” (HR. Ahmad dalam al-Musnad & dihasankan sang muhaqqiqnya). (al-Mausu’ah al-Fiqhiyah, 8/231)

Berdasarkan hadis-hadis di atas, sebagian ulama menegaskan bahwa keutamaan shalat jamaah di masjid hanya berlaku bagi lelaki dan bukan wanita. Lantaran yang diperintahkan pada hal ini adalah lelaki dan bukan wanita.

Al-Hafidz Ibnu Rajab mengatakan,

وفي حديث أبي هريرة رضي الله عنه الذي خرجه البخاري : ( صلاة الرجل في الجماعة تضعف ) وهو يدل على أن صلاة المرأة لا تضعف فِي الجماعة ؛ فإن صلاتها فِي بيتها خير لها وأفضل

Dalam hadis menurut Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu yg diriwayatkan Bukhari, ‘Shalatnya lelaki secara berjamaah itu dilipatkan’ ini memberitahuakn bahwa shalat wanita berjamaah pada masjid nir dilipatkan pahalanya. Lantaran shalat wanita di rumahnya lebih baik & lebih afdhal. (Fathul Bari, 6/19)

Demikian pula warta yang disampaikan al-Hafidz Ibnu Hajar saat menjelaskan hadis tentang 7 orang yg akan mendapatkan naungan kelak pada hari kiamat. Salah satunya merupakan

رجل قلبه معلق في المساجد

“Lelaki yg hatinya terpaut dengan masjid..”

Menurut al-Hafidz, keutamaan ini hanya berlaku bagi lelaki. Karena shalat wanita di rumahnya lebih afdhal dibandingkan ikut berjamaah di masjid. (Fathul Bari, dua/147).

Demikian, Allahu a’lam.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel