Subhanallah..!! Sebuah Misteri Bikin Merinding, Seekor Anak Sapi Yang Baru Lahir Memiliki Kepala Dua, Ini Yang Di Lakukan Pemiliknya

Seekor sapi berkepala dua lahir di Desa Alang Kepayang, kecamatan Rengat Barat, kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau.
Sapi yang lahir hari Sabtu 14 Juli lalu itu milik petani bernama Ilham, 55 tahun. Dia sempat panik melihat anak sapi itukarena nampak lemas dan tidak bergerak. Lantas anak sapi itu diberi susu bayi.


"Saya kasihan melihatnya tidak bisa berdiri untuk menyusui ke induknya. Jadi saya pergi ke warung beli susu bayi SGM," kata Ilham, Selasa 17 Juli 2018.

Anak sapi berkelamin jantan itu merupakan anak ketiga dari induk betina yang dipelihara Ilham. Sapi berkepala dua itu lahir pada Sabtu lalu, dan butuh enam jam lebih untuk proses persalinan dari pukul 10.00 hingga 16.30 WIB.

Anak sapi bagian tubuh bawahnya terlihat seperti sapi normal yang memiliki empat kaki. Namun, sapi jantan itu mempunyai dua kepala yang dempet di lehernya yang cuma satu.

Selain itu, sapi tersebut mempunyai dua otak, dua telinga, empat mata, dua hidung dan mulutnya ada dua.

Petugas peternakan lapangan dari Dinas Pertanian dan Perikanan Kecamatan Rengat Barat, Jebul Suharto, yang kini membantu penanganan kesehatan anak sapi itu mengatakan dampak dari pemberian susu bayi mengakibatkan sapi tersebut terkena diare.

"Kemungkinan anak sapi kena diare karena pengaruh susu bayi itu, tetapi kondisinya secara umum masih sehat. Saya sudah melarang pemiliknya jangan diberi susu itu lagi," ujarnya.

Menurut dia, anak sapi tersebut tidak kuat berdiri karena lehernya tidak kuat menopang dua kepala. "Lehernya cuma satu, tetapi kepalanya dua sehingga ukurannya tentu dua kali dari normalnya," kata Jebul.

Dia menyarankan agar pemilik sapi tetap memberikan susu dari induk sapinya. Karena anak sapi tidak bisa menyusui langsung, pemiliknya terpaksa berusaha ekstra karena harus memerah susu induk sapi tersebut.

"Jadi susu induknya diperas oleh pemiliknya selanjutnya diberikan ke anak sapi itu," ujar Jebul. (ant/febri)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel